Raung Chainsaw di Hari Bumi

in #story8 years ago

“Bisnis kayu lebih menguntungkan, juga aman ketimbang ganja,” kata kenalan ku suatu hari, Toke Don yang cukong kayu di Aceh. Coba menasaheti, tapi dia tertawa berdalih kayu diambilnya hanya yang tua.

IMG_20180422_215107.jpg
[Suatu hari di Hutan Ketambe, Aceh Tenggara | Dok pribadi]

Toke Don punya usaha pengolahan, menyulap kayu-kayu bermutu menjadi lemari, jendela, pintu dan segela perabotan rumah lainnya. Kayunya didapat di rimba tak berpenghuni, memodali penebang dan membayarnya setelah barang turun.

Dia pernah berbisnis ganja saat Aceh masih konflik. Toke Don jera setelah kurirnya ditangkap dan barang haram sebanyak satu ton itu disita polisi. Modalnya habis dan taubat setelahnya. Lalu mengalihkan mata ke kayu, membeli chainsaw dan membayar pekerja. Bahkan di Hari Bumi mereka tak peduli, kampanye hanya di kota-kota.

Sudah bertahun-tahun bisnis dijalaninya, bahkan saat jeda tebang di Aceh dicetuskan Juli 2007, Toke Don tak peduli. Alasannya macam-macam, kebutuhan hidup dan tak punya keahlian lain. Dia berdalih membantu banyak warga yang butuh kerja, saat pemerintah tak bisa memberi mereka apa-apa.

Tak takut ditangkap? Kali ini Toke Don terbahak mendengar pertanyaan ku yang sudah diduga. “Tenang, itu hanya soal jaringan dan relasi, beking ada dimana-mana. Coba kamu hitung berapa penebang dan pembisnis kayu yang telah ditangkap aparat, Kurasa kamu tahu itu.” jelasnya.

Tak guna berdebat lama, Toke Don telah belajar banyak di bidangnya. Dan kelakukan ini di negeri kita telah berlangsung lama.

Raung buldozer gemuruh pohon tumbang || Berpadu dengan jerit isi rimba raya || Tawa kelakar badut-badut serakah || Tanpa HPH berbuat semaunya...

Lestarikan alam hanya celoteh belaka || Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu...|| Ooohh mengapa???

Aku teringat tembang lawas Iwan Fals yang diciptakan tahun 1990-an, saat menulis ini. Kritik sosial yang disampaikan sejak lama tentang pesan menjaga hutan. Berbagai upaya dilakukan menjaga deforestasi, kampanye sampai menempatkan petugas Jagawana. Anggap saja upaya itu mampu menekan sedikit laju kerusakan di hutan.

IMG_20180422_215151.jpg
[Larangan menebang di kaki Gunung Leuser, Gayo Lues | foto sendiri]

Data WALHI Aceh yang pernah disampaikan Januari 2018 lalu, kondisi Hutan Aceh kritis dengan laju deforestasi sekitar 26.835 hektar untuk tahun 2017 lalu. Lembaga itu memprediksi kerusakan makin paran di tahun-tahun selanjutnya. Luas hutan Aceh saat ini sekitar 3,5 juta hektar. Kerusakan itu mengundang bencana. sepanjang tahun 2017, telah terjadi banjir sebanyak 38 kali dan longsor 25 kali di Aceh.

Setali dua dengan kondisi secara umum di Indonesia. Catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2015 lalu, sekitar 1,1 juta hektar hutan Indonesia menyusut setiap tahun. Jumlah itu setara dengan dua persen jumlah total hutan di Nusantara. Aktivitas penebangan dan pembukaan kawasan hutan menjadi pemicu utama. source

Pesan-pesan penyelamatan lingkungan terus disampaikan pemerintah dan aktivis di berbagai negara. Paling kentara saat Hari Bumi pada 22 April setiap tahunnya. Sebuah momen yang diperingati sejak 1970, dicetus oleh seorang senator Amerika Serikat Gaylord Anton Nelson.

Hari ini, 22 April berbagai komunitas di dunia ikut merayakan Hari Bumi dengan tema kampanye penyelamatan alam dan lingkungan. Berbagai kegiatan digelar, dari diskusi, menanam pohon sampai membersihkan sampah plastik di pantai.

Di Banda Aceh, sekelompok mahasiswa turun ke Pantai Gampong Jawa memungut sampah plastik sambil kampanye memegang karton yang bertuliskan pesan-pesan menjaga bumi. Kemarin, para jurnalis Aceh yang tergabung dalam Forum Jurnalis Lingkungan (JPL), menggelar pameran foto dalam memperingati Hari Bumi. Lalu WALHI Aceh dan mahasiswa STIK Pante Kulu menggelar kegiatan kemah sambil menanam pohon di Hutan Jantho, Aceh Besar.

IMG_20180422_212809.jpg
[Pameran foto JPL di Pasar Aceh | Dok. Davi A]

Berbagai cara menjaga bumi, dan semoga Toke Don membaca tulisan ini.
Selamat Hari Bumi | Celebrate Earth Day

@abuarkan

Sort:  

Itu lah yang dikatakan bahwa yang membuat kerusakan di muka bumi ya kita ini "manusia" jadi walau sekecil apapun yang sanggup kita lakukan demi kelangsungan /menyelamatkan bumi tempat kita tinggal untuk sekarang ini maka jangan di tunda-tunda". Lakukanlah dengan segara jangan ditunda-tunda. Contoh nya seperti abuarkan ini membela bumi dengan pena. Sangat mengesankan.

😃 suah ta jak lakee kayee be'ok bak toke don

Pue meu biok, meu saboh rumoh pih na kayee. Hehehe

Save Forest For A Better Life..

Lagak mameh meunan feature nyoe. gron ateuh bareh gron foto yup bak kayee raya.

Thanks is, lagee na aju.

DI Indonesia banyak sekali Toke Don yang harus disadarkan. Termasuk Toke Don dalam "bentuknya" yang sangat kecil di lingkungan kita.

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by abuarkan from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.093
BTC 63532.82
ETH 1786.49
USDT 1.00
SBD 0.39